|
Olimpiade Sains Bidang Kebumian, Model Standard dan Essay
 Di bidang studi kebumian, materi soal astronomi yang diberikan dalam ujian, menurut beberapa peserta cukup sulit untuk dikerjakan. Hal ini diakui Aulia Rizqi Muliyani peserta asal Jawa Tengah. Menurutnya, kesulitan itu terletak pada soal keplanetan sehingga waktu yang diberikan terasa kurang. Sedangkan rekannya, Diah Rachmawati dari Papua merasa beruntung telah belajar sebelumnya, sehingga saat ujian, dia bisa menjawab beberapa soal dengan baik. Meski diakui pula kalau soal astronomi yang berkaitan dengan tata surya itu cukup sulit. Test hari pertama yang berlangsung di SMA Negeri 2 Medan ini berjalan lancar. Materi soal dibagi dalam dua model. Pertama, model standar berupa pilihan ganda yang sifatnya lebih menguji pengetahuan umum siswa, kedua berupa essay. Untuk materi soal mereka dibagi dalam beberapa bidang. “Bidang tersebut mencakup atmosphere, hydosphere, geosphere, dan astronomi” ujar Dr. Hendra Amijaya, ketua tim juri bidang kebumian. Menurut Hendra kembali, materi soal kali ini juga tidak berbeda jauh dengan materi soal tahun sebelumnya. |
|
Read more...
|
|
|
Olimpiade Sains Bidang Fisika, Variasi Baru dalam Tes Eksperimen
 Peserta bidang fisika OSN 2010, menjalani ujian teori dan eksperimen di SMA Negeri 1 Medan Selasa dan Rabu (03-04/08). Test dimulai tepat pada pukul 08.30 WIB, diikuti oleh 111 peserta yang dibagi ke dalam enam kelas. Tiap kelas berkapastitas 20 peserta. Koordinator juri bidang fisika, Dr. Syamsu Rosid yang juga menerangkan, bahwa pelaksanaan tes untuk bidang fisika dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama peserta menjalani tes teori mengenai mekanika dan listrik magnet. Hal ini sudah sesuai dengan standar operasional prosedur untuk tingkat nasional sejak tahun lalu. Yang memang sedikit berbeda dengan seleksi tingkat kabupaten dan provinsi yang hanya membahas mekanika. Kemudian dilanjutkan dengan tes eksperimen pada hari kedua dengan materi yang tak terbatas. “Untuk eksperimen, materi tahun ini mengenai fisika panas atau kalor yang dikombinasikan dengan optik gelombang. Materi ini dipilih sebagai variasi baru agar ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika dua tahun lalu mekanika dan tahun lalu listrik magnet, tahun ini kami cari yang lain,” jelas Rosid. |
|
Read more...
|
|
Persiapan Jelang Lomba  Sehari sebelum dilaksanakannya lomba (02/08), para peserta dari tiap bidang studi melakukan berbagai macam kegiatan untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba keesokan harinya. Di mulai dengan technical meeting, survey lapangan, kunjungan, hingga percobaan beberapa alat yang akan digunakan untuk bertanding. Rangkaian kegiatan ini dipandu oleh tim juri beserta asisten juri di masing-masing hotel dan beberapa lokasi yang dijadikan tempat lomba. Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta mengetahui bobot penilaian dari masing-masing tes yang akan diujikan pada peserta. Tim juri juga menyediakan waktu untuk sesi Tanya jawab, bagi peserta yang masih belum jelas tentang peraturan yang berkaitan dengan lomba. Berikut kegiatan technical meeting peserta dari beberapa bidang studi yang terpantau oleh redaksi POTENSI. |
|
Read more...
|
|
|
Olimpiade Sains Bidang Astronomi, Menguji Ilmu tentang Pesona Jagad Raya
 Test atau ujian observasi di luar ruang agaknya merupakan kegiatan yang paling dinanti peserta bidang studi Astronomi Olimpiade Sains Nasional (OSN) IX-2010 kali ini. Lapangan sepakbola Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU) dipilih sebagai lokasi pengamatan. Jadwalnya juga sudah ditetapkan. Rencananya, sepanjang Selasa, 3 Agustus, malam, mereka akan mengamati benda langit yang ditetapkan sebagai materi ujian. Seperti yang disampaikan Ketua Tim Juri, Dr. Chatief Kunjaya, sudah menetapkan obyek yang harus diamati setiap olimpian (sebutan bagi peserta olimpiade), yakni Bintang Vega. “Bintang Vega ini merupakan obyek yang sangat terkenal di dunia Astronomi. Itu disebabkan karena Bintang Vega memiliki tingkat fotometri yang baik,” ujar Chatief Kunjaya. Untuk mematangkan kemampuan peserta saat melakukan pengamatan malam hari, pada pagi harinya mereka diberi kesempatan dan dilatih menggunakan teleskop. Latihan dan penjelasan tentang teleskop ini, menurut ketua tim juri sangat penting. Karena, tidak semua peserta akrab dengan benda ini. Bahkan, ada peserta yang belum pernah menggunakannya sama sekali. |
|
Read more...
|
|
Pelaksanaan Terkonsep  Menanggapi pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional 2010, Dr. Sungkowo M, Direktur Pembinaan SMA, di tengah-tengah acara pembukaan OSN, mengutarakan, bahwa pelaksanaan OSN kali ini sangat bagus. Sumatera Utara sebagai tuan rumah, sudah mempersiapkan acara ini dengan sebaik mungkin. Acara yang sudah memasuki usia kesembilan ini, setiap tahunnya semakin menunjukkan kemajuan. Menurut Sungkowo, ada tiga hal yang perlu diperhatikan mengapa OSN 2010 kali ini terlihat bagus. Yang pertama, adanya koordinasi dengan pemerintah pusat yang cukup baik, kedua, pelaksanaan kegiatan ini sangat terkonsep. “ Setiap tahunnya kita melihat ada perkembangan-perkembangan yang signifikan dari para peserta. Ternyata seagai tuan rumahnya Sumut berhasil. Tahun depan tuan rumah OSN adalah Sulawesi Utara, itu artinya OSN selanjutnya bisa berlangsung di daerah mana saja, termasuk Papua. Selain itu daerah juga harus menunjukan prestasinya” tandas sungkowo. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|